Kita bisa lihat dan ketahui bahwa Samsung sudah menguasai pangsa pasar penjualan smartphone di dunia. Perusahaan ini sangat sulit untuk ditandingi oleh perusahaan lain, termasuk Apple.
Semua perusahaan yang bergerak di dalam penjualan smartphone selalu bersaing di dalam hal perebutan pangsa pasar, baik itu Nokia, LG, Blackberry dan sebagainya. Smartphone samsung juga telah menempatkan 5 perangkat mereka dalam "10 Smartphone Terlaris" di dunia. Wah sangat luar biasa ini samsung....
setelah saya lihat selama ini bahwa salah satu faktor keunggulan Samsung adalah di dalam bidang inovasi. Samsung terus berinovasi di dalam pengembangan perangkat mereka. secara berkesinambungan samsung membuat inovasi di smartphone mereka dan merilisnya .
Secara "time" yang saya lihat, sebelum kejayaan Smartphone yang pertama selesai, mereka sudah mendapatkan inovasi yang baru dan merilisnya. secara tidak langsung bahwa Samsung mendapatkan momentum yang baik di dalam hal waktu. Secara berurut smartphone mereka dirilis sebelum Smartphone besutan mereka yang lain kehilangan kejayaan. Jika dibandingkan dengan Blackberry yang saya lihat telah kehilangan "Time". Maksud saya dengan time yaitu bahwa momemtum di dalam inovasi. Balckberry melakukan penundaan pengembangan dengan OS 10 mereka ketika mereka menjadi raja Smartphone di dunia.... hehe itu hanya menurut analisis saya sendiri.
Congratulation buat Samsung...
Tanyalah pada dirimu, apa yg bisa kamu perbuat untuk Kampung Halamanmu... /* sarana aku berbagi ilmu... /* Habonaron do Bona Mengukir cerita untuk cita-cita --- I'm an enthusiast in new technologies and improvement in the IT field especially web.
Thursday, 17 October 2013
Thursday, 19 September 2013
Precedent President University
www.precedentpresuniv.com
is an English competition held by the PACT (President Association
Critical Thinkers), big student club in President University. The
participant for this competition is students of senior high schools in
Jabodetabek area. To commemorating the day of Heritage of World November
16, PRECEDENT is trying to enhance the English of the students by
conducting an English competition. Following the first Precedent in
2012, Precedent 2013 consists of five competitions: Speech, Debate,
Writing, Scrabble and News casting. The theme of this event, in
commemoration of the day of Hari Warisan Dunia, is ‘Nationalism Spirit in Preserving Indonesian Culture’
The rapid flow of globalization is inevitably very influential to
Indonesia’s society. It has required people to be fluent in English in
order to face this rapid change. Along with the English’s prominence. It
is very crucial to always hold high the nationalism spirit, especially
for Indonesian’s youth. Hari Warisan Dunia has been a reminder about how
important our heritage is, and how important that we should preserving
our culture and heritage.
Combining these two urgent issues, PRECEDENT would like to once again
call upon the spirit of nationalism in Indonesia’s young generation,
specifically in area of Jabodetabek through an English competition. Held
by PACT, PRECEDENT is the first English Competition held by President
University, and inviting 70 numbers of schools from entire Jabodetabek
area, giving a total prize of more than 2 MILLION. Finally, we hope that
PRECEDENT could be the inspiration for the promotion of nationalism
spirit and the learning of English
Wednesday, 4 September 2013
Doding Haleluya Nomor 496 "Idilo Tuhan Naibatanta"
1. Idilo
Tuhan Naibatanta, haganup Kuria-Ni in.
Ase manjalo
haluahon, nabinoban ni Kristus in
Tangihon ma
dilo-dilo-Ni, pateleng ham ma pinggolmu.
Ulang manosal
holi dob ni, bai ujung ni panorangmu.
2. Sai jalo
ma ganup hata-Ni, sai buhai ma uhurmu.
Sonai homa ge
sinondang-Ni, in ma baen gabe suluhmu.
Tangihon ma
dilo-dilo-Ni, pateleng ham ma pinggolmu.
Ulang manosal
holi dob ni, bai ujung ni panorangmu.
3. Jumpahan
ulih do ganupan, nasirsir manangihon in.
Na seng ongga
marsidalian, mambalosi Tuhan in.
Tangihon ma
dilo-dilo-Ni, pateleng ham ma pinggolmu.
Ulang manosal
holi dob ni, bai ujung ni panorangmu.
Syair dan
lagu: St. AK Saragih, 1994
Wednesday, 31 July 2013
Frances Jan Van Alystine (Fanny Crosby)
Tentang kebutaannya,
Fanny berkata:
"Tampaknya ini
adalah suatu anugerah Tuhan bahwa aku harus buta seumur hidup, dan aku
berterimakasih untuk hal ini. Jika kesempurnaan penglihatan duniawi ini
ditawarkan kepadaku besok, aku tidak akan menerimanya. Aku mungkin tidak akan
bisa menyanyikan himne untuk memuji Tuhan, jika aku telah tertarik pada hal-hal
yang indah yang menarik dalam diriku."
"Jika aku punya
sebuah pilihan, aku akan tetap memilih untuk tetap buta... karena ketika aku
mati, wajah pertama yang akan kulihat adalah wajah Juruselamatku."
Frances Jane Crosby lahir
di keluarga keturunan Puritan yang kuat, pada 24 Maret 1820. Saat bayi, dia
menderita infeksi mata dan dirawat oleh seorang dokter yang tidak cakap yang
mengolesi pasta panas pada kelopak matanya yang memerah dan meradang.
Infeksinya sembuh, tetapi berakibat pada matanya dan Fanny menjadi buta seumur
hidupnya. Beberapa bulan kemudian, ayah Fanny sakit dan akhirnya meninggal.
Mercy Crosby, menjadi janda pada umur 21 tahun, mencari nafkah sendiri sebagai
pembantu rumah tangga, sedangkan Fanny diasuh oleh neneknya, Eunice Crosby.
Neneknya mengajar dia
sendiri dan menjadi mata bagi gadis kecil itu, dengan bersemangat menjelaskan
tentang fisik dunia. Pengajaran yang sangat cermat dari neneknya menolong
membangun kemampuan deskriptif Fanny, dia juga memelihara rohani Fanny. Dia
membaca dan dengan cermat menjelaskan tentang Alkitab kepada Fanny dan selalu
menekankan pentingnya berdoa. Ketika Fanny tertekan karena tidak dapat belajar
seperti anak-anak yang lainnya, neneknya mengajar dia untuk berdoa kepada Tuhan
untuk diberi pengetahuan.
Pemilik rumah Crosby juga
memiliki peran penting untuk perkembangan Fanny. Ibu Hawley membantu Fanny
untuk menghafal ayat Alkitab dan gadis muda ini sering belajar lima pasal
setiap minggu. Dia tahu Kitab-kitab Taurat, Kitab Injil, Amsal, Kidung Agung,
dan beberapa inti kitab Mazmur. Dia membentuk daya ingat yang sering membuat
heran teman-temannya, tetapi Fanny percaya bahwa dia tidak berbeda dari
teman-temannya yang lain. Kebutaannya benar-benar telah memaksa dia untuk lebih
membangun daya ingatnya dan daya konsentrasinya. Kebutaan tidak pernah membuat
Fanny mengasihani diri sendiri dan dia tidak memandang kebutaan sebagai sesuatu
yang mengerikan. Pada usia 8 tahun dia mengarang ayat sederhana ini:
"Oh, what a happy
child I am, although I cannot see! I am resolved that in this world contented I
will be! How many blessings I enjoy that other people don't! So weep or sigh
because I'm blind, I cannot - nor I won't."
Pada tahun 1834 Fanny
belajar di New York Institute for the Blind (Institut New York untuk orang
buta) dan dia tahu bahwa ini adalah jawaban doanya atas pendidikan. Dia masuk
ke sekolah itu ketika dia berumur 12 tahun dan mengajar di sana selama 23
tahun. Dia menjadi seperti seorang yang terkenal di sekolah dan diminta untuk
menulis puisi-puisi di hampir setiap ada kesempatan.
Pada 5 Maret 1858, Fanny
menikahi dengan Alexander Van Alystyne, mantan murid di institut dan saat itu
mengajar di sana sebagai seorang profesor. Dia adalah salah seorang musisi yang
dianggap sebagai salah satu pemain organ terbaik di daerah New York. Fanny
sendiri adalah pemain harpa yang handal, memainkan piano, dan memiliki suara
sopran yang bagus. Meskipun sudah menjadi wanita yang lanjut usia (Fanny hidup
hingga berusia 95 tahun), Fanny masih duduk di depan piano dan memainkan
berbagai karya musik klasik dari himne sampai "ragtime". Bahkan
kadang-kadang dia juga memainkan himne tua dengan gaya jazz.
Setelah dia menikah,
Fanny meninggalkan institut dan dalam beberapa tahun dia menemukan pekerjaan
yang benar-benar dia inginkan, yaitu menulis himne. Dia membuat kesepakatan
dengan penerbit Bigelow dan Main untuk menulis tiga himne setiap minggu untuk
dipakai di publikasi sekolah minggu mereka. Kadang-kadang Fanny menulis enam
atau tujuh himne setiap hari. Meskipun Fanny dapat menulis puisi yang rumit dan
mengarang musik klasik, himne-himnenya bertujuan untuk membawa pesan Injil
kepada semua orang yang tidak mau mendengarkan khotbah. Kapan pun dia menulis
sebuah himne, dia berdoa agar Tuhan menggunakan himne tersebut untuk membawa
banyak jiwa kepada-Nya.
Pada masanya, tim
misionaris Dwight L. Moody dan Ira D.Sankey secara efektif memperkenalkan himne
Fanny Crosby's kepada orang banyak. Saat ini, beberapa dari himnenya terus
membawa banyak jiwa kepada Juruselamat mereka, baik untuk keselamatan maupun
penghiburan: "Blessed Assurance"; "All the Way My Savior Leads
Me"; "To God Be the Glory"; "Pass Me Not, O Gentle
Savior"; "Safe in the Arms of Jesus"; "Rescue the
Perishing"; "Jesus, Keep Me Near the Cross"; "I Am Thine, O
Lord"; dan masih banyak lagi lainnya.
Meskipun himne yang
ditulisnya mengalami kemunduran pada tahun-tahun terakhir, hampir sampai pada
hari kematiannya pada tahun 1915, Fanny aktif membahas pekerjaan** dan
pelayanan misi kepada penduduk miskin di Amerika. Dia mencoba membawa
orang-orang kepada Juru Selamatnya tidak hanya melalui himnenya tetapi juga
melalui kehidupan pribadinya yang baik. Apa yang terjadi ketika Fanny
meninggal? Mungkin salah satu dari himne terakhirnya ini yang paling tepat
menceritakannya:
"When
my lifework is ended and I cross the swelling tide,
When the bright and glorious morning I shall see,
I shall know my Redeemer when I reach the other side,
And His smile will be the first to welcome me.
When the bright and glorious morning I shall see,
I shall know my Redeemer when I reach the other side,
And His smile will be the first to welcome me.
I shall
know Him, I shall know Him,
And redeemed by His side I shall stand!
I shall know Him, I shall know Him
By the print of the nails in His hand."
And redeemed by His side I shall stand!
I shall know Him, I shall know Him
By the print of the nails in His hand."
Fanny Crosby kemungkinan
menjadi penulis himne terbanyak di sepanjang sejarah, ia menulis lebih dari
8.000 himne. Kurang lebih dua ratus nama pena yang berbeda diberikan untuk
karya-karyanya oleh para penerbit buku-buku himne sehingga masyarakat tidak
tahu bahwa dia telah menulis sedemikian banyaknya. Dia menulis kurang lebih
tujuh himne atau puisi dalam sehari. Pada beberapa kesempatan, ketika mendengar
sebuah lagu himne yang belum pernah dikenalnya, dia akan menanyakan tentang
pengarangnya, dan ternyata himne tersebut adalah salah satu dari karya
miliknya!
Seandainya Anda mengambil
lima belas himne dan menumpuknya satu per satu. Campurkanlah semuanya, itulah
sejumlah himne yang ditulis Fanny sepanjang hidupnya! Tentu saja, beberapa di
antaranya saat ini telah terlupakan, tetapi sebagian besar masih menjadi
favorit orang-orang Kristen di seluruh dunia. Selama hidupnya, Fanny Crosby
adalah salah satu wanita terkenal di Amerika Serikat dan seorang Kristen yang
kuat, yang warisan kesetiaannya kepada Tuhan ditunjukkan melalui himne yang
dinyanyikan sepanjang seluruh kekekalan. (t/Kristin)
Diterjemahkan
dari:
|
Nama
situs
|
:
|
Eaec.org
|
|
Judul
asli artikel
|
:
|
Fanny
Crosby
|
|
Penulis
|
:
|
tidak
dicantumkan
|
|
Alamat
URL
|
:
|
Sumber: Bio-Kristi
47
Monday, 29 July 2013
Microsoft Akui Tabletnya Gagal
Dari segi
penjualan kita ketahui bahwa tablet
Surface besutan Microsoft adalah mengecewakan, hal ini juga tidak
dipungkiri oleh bos Microsoft.
Ia mengungkapkan
bahwa penjualan perangkat-perangkat Windows tak sesuai dengan keinginan mereka.
Perlu juga kita ketahui bahwa tablet Surface dari Microsoft sebelumnya
diperkirakan menjadi pesaing berat dari iPad. Kenyataan mengungkapkan bahwa
walaupun telah mempunyai fitur-fitur yang inovatif yang tidak mempunyai lawan – sebut saja cover
keyboard dan kemampuan membaca storage USB – Surface tetap saja masih gagal di
dalam menarik perhatian pembeli.
Padahal di
lain kondisi juga Microsoft juga telah melakukan berbagai usaha supaya
penjualan Surface ini meningkat, mulai dari kampanya pemasaran besar-besaran,
membuat iklan yang mengolok-olok iPad, hingga melakukan pemangkasan harga.
Menurut informasi
yang penulis dapat bahwa di kuartal
pertama tahun ini, Microsoft baru berhasil menguasai 2,8 persen pangsa pasar
tablet dengan jumlah pengkapalan sekitar 900 ribu unit untuk gabungan Surface
dan Surface Pro – data IDC
Penerus Surface juga tengah dikembangkan dan kabarnya bakal mengusung prosesor
Snapdragon 800 dari Qualcomm yang merupakan SoC ARM terkencang saat ini.
Akankah Microsoft berhasil membalik peruntungannya di pasar tablet....?
Akankah Microsoft berhasil membalik peruntungannya di pasar tablet....?
Hanya waktu
yang bisa menjawab.
Thursday, 11 July 2013
Perbedaan Restart, Standby, Hibernate, Shutdown pada komputer
Pada
tulisan kali ini saya mau berbagi mengenai perbedaan antara restart, standby,
Hibernate dan Shutdown.
1. Shutdown
Kita
pasti sudah tau fungsi daripada Shutdown, yaitu mematikan komputer secara
keseluruhan. Semua komponen di dalam komputer (RAM, Hardisk, processor, dll)
akan dinonaktifkan, yaitu dengam memutuskan aliran listriknya
2.
Hibernate
Pada
hibernate, komponen komputer akan dimatikan secara keseluruhan, sama seperti
shutdown. Bedanya adalah bahwa sebelum dimatikan (sebelum mengosongkan RAM),
isi dari memori atau RAM tersebut disalin ke hardisk terlebih dahulu. sehingga
pada saat dihidupkan, tidak membutuhkasn waktu yang terlalu lama karena isi RAM
sudah ada di hardisk
Hibernate
juga menyimpan konfigurasi komputer sebelum dimatikan. Saat komputer dihidupkan
kembali aplikasi yang masih terbuka sebelum hibernate akan kembali seperti sea
kala (semula) jadi tidak takut akan kehilangan data. ini berbeda dengan
Shutdown yang akan menhapus data Anda jika belum sempat disimpan. Namun tidak
semua sistem operasi menyediakn fitur hibernate ini dan tidak semua komputer
juga dapat di hibernate oleh sistem operasi.
3.
Standby
Pada kondisi stand by (kalo di Linux disebut Suspend) *klo nggak salah ia :D , komputer tidak dimatikan
secara keseluruhan. Semua komponen diputus aliran listriknya kecuali RAM
(mungkin Processor). Modus Stand by masih menggunakan listrik untuk memberi
daya pada RAM, berbeda dengan Shutdown dan Hibernate yang memutuskan aliran
listrik secara keseluruhan. Untuk menghidupkan komputer kembali dari modus
stand by jauh lebih dibandingkan hibernate karena isi RAM masih dipertahankan.
4.
Restart
Ini
tentu kita semua mengetahuinya, pengertiannya dakah mematikan koputer secara
shutdown dan menghidupkannya secara otomatis.
Tuesday, 2 July 2013
Pagelaran Seni dan Budaya Simalungun di TMII
Postingan
kali ini saya mau berbagi mengenai Pagelaran Seni dan Budaya Simalungun yang
pernah saya ikuti di TMII. Pada kali ini ketepatan saya menjadi koordinator dari
Cikarang, namanya juga koordonator pasti mengkoordinasikan kegiatan yang ada di
Cikarang untuk kegiatan pagelaran ini.
Saya mengajak teman-teman pemuda yang ada di Cikarang untuk latihan manortor
dan latihan bernyanyi. Postingan ini khusus membahas/menceritakan latihan-latihan
yang kami lakukan di Cikarang, tepatnya kami melakukan latihan di GKPS
Cikarang. Latihan demi latihan kami lakukan khususnya latihan tor tor Haroan
Bolon dan Latihan lagu Habonaron do Bona. Ahap Simalungun di Cikarang masih kuat, khususnya teman-teman pemuda yang saya kenal sekarang ini. Ketika pertama kali mengutarakan untuk mengajak mereka menari di acara pagelaran itu semua begitu bersemangat. menyatukan komitmen dan jadwal latihan... hehe begitu bersemangat.Aku akan bagi foto-foto nya buat kawan kawan pembaca supaya bisa jadi penyemangat....
"Lang marnaloja anggo na marSimalungun on" hehe... :)
Pagelaran ini diselenggarakan oleh Lembaga EHAMSI (Etah Ham Mambangun Simalungun)
Terlepas dari siapa penyelenggaranya, kami dari pemuda/i Cikarang sangat mendukung setiap kegiatan yang melestarikan Budaya Simalungun. Aha na tarbahen hanami pasti ibahen hanami ibagas toruh ni uhur. :) itu sudah komitmen kami pemuda/i Cikarang.
Semua kawan-kawan berusaha menampilkan tor tor dan lagu Simalungun semaksimal mungkin. Banyak pengorbanan dalam hal mengikuti pagelaran ini, baik capek secara fisik terkuras secara finansial,,,, hehe tetapi menyenangkan....
kalo saya hubungkan dengan prinsip yang saya pegang selama ini "Ibagas Halojaon ai do dapot au Malas ni Uhur"
Maksud dari Malas ni Uhur ini adalah bahwa ada suatu kepuasan tersendiri ketika sudah menyelesaikan sesuatu yang bisa dikatakan sulit. :)
Hobonaron do Bona
HORAS
Subscribe to:
Posts (Atom)







